Penerapan pembiasaan budaya membaca sejak dini di era kemajuan teknologi
yang sangat pesat ini sangat berat. Banyak faktor yang mempengaruhi anak-anak malas membaca. Perkembangan teknologi di bidang komunikasi cenderung memiliki pengaruh yang lebih besar di bandingkan dengan faktor lingkungan lainnya. Sebagai contoh pengaruh gadget dalam kehidupan bermain anak. Banyak di antara sekian banyak orang tua lebih memberikan kesempatan kepada anak-anak mereka untuk bermain game di rumah daripada bermain mengenal lingkungan sekitar. Pola asuh orang tua yang memberikan gadget kepada anaknya dikarenakan
anak mencontoh perilaku orang tua yang tidak bisa lepas dari gadget,
menjadikan anak kurang bisa peduli dengan lingkungan di sekitar.
Otomatis, hal ini menjadikan peran guru sebagai pihak yang seharusnya
mampu mengontrol kecanduan peserta didik terhadap gadget. Jika kita coba
menanyakan kepada anak usia SD untuk memilih satu di antara dua pilihan; yaitu antara buku
bacaan atau gadget, pasti mereka lebih banyak yang memilih gadget untuk
menghabiskan waktunya. Meski juga pemerintah telah menyiasati dengan
memanfaatkan gadget sebagai media edukasi, akan tetapi anak lebih
cenderung untuk memilih permainan yang jauh lebih seru bagi mereka.
Minimnya minat baca masyarakat Indonesia bisa berdampak negatif bagi
mereka sendiri juga bagi kemajuan Indonesia. Dampak negatif bagi
individu yang tidak gemar membaca salah satunya adalah mudah percaya
dengan berita hoaks hingga informasi yang bersifat fitnah. Maraknya
penyebaran berita hoaks di Indonesia sudah menjadi santapan setiap hari
di berbagai media sosial. Bagi anak usia SD lebih parah lagi, mereka
tidak akan bisa memiliki imajinasi tentang harapan dan cita-cita yang
seharusnya mereka miliki dengan pengetahuan dari membaca buku. Di tambah
perilaku anak yang lebih suka melihat acara televisi, bermain gadget,
game online, serta permainan lainnya yang bisa menurunkan minat baca dan
belajar di usia mereka. Apa jadinya 45 tahun di masa yang akan datang
jika masalah ini tidak bisa diatasi dengan baik.
Buku sebagai jendela dunia, sudah nyata memberikan banyak manfaat bagi pembacanya. Jika tubuh kita harus mengonsumsi makanan yang menyehatkan agar tetap hidup, maka otak juga perlu
mengonsumsi agar tetap kuat dan sehat seperti organ tubuh yang lainnya.
Apa yang harus dikonsumsi otak? Adalah bacaan sehat yang harus
dikonsumsi oleh otak. Dengan membaca beberapa menit, dapat membantu
menekan perkembangan hormon stress seperti hormone kortisol.
Dari dampak negatif akibat kurang minatnya siswa dalam membaca dan
juga banyak manfaat dari kegiatan membaca buku, diharapkan guru SD bisa
menanamkan pengertian terhadap para siswa tentang manfaat membaca buku.
Agar para siswa menjadi lebih gemar membaca. Tentunya selain memberikan
pengertian terhadap para siswa, guru juga harus mampu memberikan
pengertian terhadap orang tua siswa agar turut aktif menanamkan
kebiasaan membaca buku anaknya ketika di rumah. Untuk
menumbuhkembangakan minat baca, cara berikut mungkin bisa diterapkan
terhadap anak baik di rumah maupun di sekolah:
Seorang
guru harus bisa memberikan contoh kegemaran membaca buku kepada para
siswa. Entah itu ketika di sela-sela jam mengajar, istirahat atau saat
jam sekolah telah berakhir. Memberikan contoh ini lebih efektif daripada menyuruh memaksa anak untuk harus membaca
buku di setiap harinya. Dengan memberikan contoh membaca di setiap
kesempatan, secara tidak langsung para siswa memperhatikan tindakan guru
dan ketika siswa sudah penasaran, pasti dengan mudah siswa bisa kita
ajak untuk membaca buku.
Seorang guru
harus bisa menyisipkan cerita yang sangat seru, atau menceritakan ulang
cerita dari buku bacaan seusia anak SD di sela-sela proses pembelajaran.
Penyisipan cerita bisa menjadi hal yang mengasyikkan bagi siswa,
apalagi di saat jam pelajaran yang sulit dan jam-jam rawan mengantuk
bagi siswa. Dengan pengalihan topik pelajaran menjadi cerita dan
pemenggalan cerita di bagian yang seru, bisa membuat rasa penasaran bagi
siswa sehingga mereka akan mencarinya pada buku yang telah
diberitahukan oleh guru.
Seorang
guru harus bisa menginspirasi siswa. Inspirasi bisa didapatkan dari
buku bacaan. Buku biografi pahlawan misalnya. Dengan nada optimis,
sampaikan kalimat-kalimat motivasi yang pernah diungkapkan oleh
tokoh-tokoh Indonesia maupun luar negeri. Tunjukkan nama-nama tokoh
hebat tersebut, serta jasa apa saja yang telah ditorehkan untuk
kebermanfaatan bagi umat manusia. Dan usahakan hindarkan motivasi yang
berupa gombalan perjuangan dalam menggapai cinta. Karena, masalah cinta
terhadap lawan jenis bisa disalah artikan oleh siswa SD.
Setelah
ada ketertarikan siswa terhadap membaca buku, buatlah grup baca buku di
sekolah. Luangkan waktu sepulang sekolah selama 1 atau 2 jam untuk
menjelajahi perpustakaan di sekolah. Dampingi siswa dalam membaca buku.
Libatkan diri anda dengan mereka dalam diskusi kecil atau meminta siswa
untuk menceritakan kembali buku bacaan yang telah dibaca.
Untuk
lebih menambah kegemaran siswa dalam membaca buku, ajaklah mereka untuk
berkarya. Tentu bagi siswa yang sudah gemar mebaca, pastinya mereka
akan memiliki keinginan untuk menulis
juga. Tantang siswa untuk menulis karangan bebas. Dengan tanpa
menggurui, galilah pemikiran ide-ide kreatif siswa dalam menulis.
Setelah
berhasil menyelesaikan penulisan cerita, tingkatkan lagi mental siswa,
dengan cara mengikutkan siswa dalam berbagai lomba kepenulisan. Tidak
berhenti di situ, cobalah untuk membukukan tulisan-tulisan karangan
siswa. Jadikan tulisan-tulisan tersebut dalam sebuah buku yang bisa
membanggakan bagi mereka. Untuk yang terakhir ini, memang diperlukan
biaya dalam proses penerbitan dan penyetakannya.
Tidak bisa
dipungkiri, kemajuan teknologi seperti pisau bermata dua. Di satu sisi
bisa bermanfaat, di sisi yang lainnya bisa menjerumuskan pada hal yang
negatif. Kaitannya dengan menumbuhkembangkan minat baca siswa,
sebenarnya gawai juga bisa dimanfaatkan untuk tujuan tersebut. Ambil
contoh pada aplikasi WATTPAD.
Aplikasi
tersebut memberikan fasilitas kemudahan bagi kita untuk membaca
berbagai jenis karya sastra secara gratis dari penulis amatir hingga
professional. Selain itu, kita juga bisa menampilkan karya sastra kita
dengan tema apapun pada aplikasi tersebut. Dan pastinya karya kita bisa
dibaca oleh pengguna aplikasi di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu
saja, sudah banyak penulis amatir di aplikasi tersebut yang tulisannya
ditawar penerbit untuk diterbitkan. Pastinya menjadi keuntungan bagi
kita dengan royalti yang akan diberikan oleh penerbit atas karya kita
itu.
Sebenarnya, media sosial seperti Facebook, Twitter dan
Instagram juga bisa dimanfaatkan untuk menambah bahan bacaan dan juga
menampilkan karya tulisan kita pada media sosial tersebut. Akan tetapi,
banyaknya berita hoaks dan penyalahgunaan yang lainnya bisa menjadi
boomerang bagi siswa dalam penggunaan media sosial tersebut.
Peran
orang tua, guru serta masyarakat sangat berpengarh besar terhadap
budaya membaca bagi putra-putri penerus bangsa. Jangan sampai salah
mendidik anak. Karena anak merupakan asset paling berharga bagi
maju-mundurnya suatu bangsa, terutama bangsa Indonesia.
Dowload Buku PAI Kurikulum 2013 Sekolah Dasar Edisi Revisi 2017 Dan 2018 Kelas 1 s/d Kelas 6.
Buku Guru :
- Buku Guru PAI Kelas 1 Edisi Revisi 2017
- Buku Guru PAI Kelas 2 Edisi Revisi 2017
- Buku Guru PAI Kelas 3 Edisi Revisi 2018
- Buku Guru PAI Kelas 4 Edisi Revisi 2017
- Buku Guru PAI Kelas 5 Edisi Revisi 2017
- Buku Guru PAI Kelas 6 Edisi Revisi 2018
- Buku Siswa PAI Kelas 1 Edisi Revisi 2016
- Buku Siswa PAI Kelas 2 Edisi Revisi 2017
- Buku Siswa PAI Kelas 3 Edisi Revisi 2018
- Buku Siswa PAI Kelas 4 Edisi Revisi 2016
- Buku Siswa PAI Kelas 5 Edisi Revisi 2017
- Buku Siswa PAI Kelas 6 Edisi Revisi 2018
BUKU K13 EDISI REVISI 2018 :
Buku Siswa Kelas 1 :
- Tema 1. Diriku
- Tema 2. Kegemaranku
- Tema 3. Kegiatanku
- Tema 4. Keluargaku
- Tema 5. Pengalamanku
- Tema 6. Lingkungan Sehat, Bersih dan Asri
- Tema 7. Benda, Hewan dan Tumbuhan diSekitarku
- Tema 8. Peristiwa Alam
Buku Guru Kelas 1 :
Buku Siswa Kelas 2 :
- Tema 1. Hidup Rukun
- Tema 2. Bermain di Lingkunganku
- Tema 3. Tugasku Sehari-Hari
- Tema 4. Hidup Bersih dan Sehat
- Tema 5. Pengalamanku
- Tema 6. Merawat Hewan dan Tumbuhan
- Tema 7. Kebersamaan
- Tema 8. Keselamatan di rumah dan di Perjalanan
Buku Guru Kelas 2 :
Buku Siswa Kelas 3 :
- Tema 1. Indahnya Kebersamaan
- Tema 2. Selalu Berhemat Energi
- Tema 3. Peduli Terhadap Makhluk Hidup
- Tema 4. Berbagai Pekerjaan
- Tema 5. Pahlawanku
- Tema 6. Cita-Citaku
- Tema 7. Indahnya Keragaman di Negeriku
- Tema 8. Daerah Tempat Tinggalku
- Tema 9. Kayanya Negeriku
Buku Guru Kelas 4 :
Buku Siswa Kelas 5 :
- Tema 1. Organ Gerak Hewan dan Manusia
- Tema 2. Udara Bersih Bagi Kesehatan
- Tema 3. Makanan Sehat
- Tema 4. Sehat Itu Penting
- Tema 5. Ekosistem
- Tema 6. Panas Dan Perpindahannya
- Tema 7. Peristiwa Dalam Kehidupan
- Tema 8. Lingkungan Sahabat Kita
- Tema 9. Benda-Benda di Sekitar Kita
Buku Guru Kelas 5 :
Buku Siswa Kelas 6 :
- Tema 1. Selamatkan Makhluk Hidup
- Tema 2. Persatuan Dan Perbedaan
- Tema 3. Tokoh Dan Penemuan
- Tema 4. Globalisasi
- Tema 5. Wirausaha
- Tema 6. Menuju Masyarakat Sejahtera
- Tema 7. Kepemimpinan
- Tema 8. Bumiku
- Tema 9. Menjelajah Angkasa Luar
Buku Guru Kelas 6 :
Buku Siswa Mapel MATEMATIKA :
Buku Guru Mapel MATEMATIKA :
Buku Siswa Mapel PJOK :
Buku Guru Mapel PJOK :

Terima kasih sangat membantu.
BalasHapusMaaf baru kirim alhamdulillah sangat membantu
BalasHapusTerima Kasih.
BalasHapus